Kesaksian Pilot Batik Air Selamat dari Gempa Palu

oleh

Sulawesi Tengah – Bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu serta Donggala, Sulawesi Tengah, mencatat kisah haru. Salah satunya, cerita Personel Air Traffic Controller (ATC) AirNav Cabang Palu, Anthonius Gunawan Agung yang menyelamatkan 184 penumpang Batik Air ID-6231.

Pilot Batik Air 6231, Capt. Ricosetta Mafella punya cerita ketika menerbangkan pesawat untuk selamat dari gempa Palu. Kesaksian Maffela ini disampaikan dalam rekaman video yang beredar di media sosial. Cerita Mafella ini disampaikan di depan jemaat Gereja Duta Injil BIP, Jakarta, Minggu, 30 September 2018.

Mafella mengatakan sejak mendarat di Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Jumat, 28 September 2018, ia sudah merasakan feeling yang kurang mengenakkan. Hal ini disampaikan langsung kepada kopilotnya.

“Tolonglah bro nanti kita cepat saja, saya tawarin untuk foto, kopilot enggak mau. Biasanya yang belum pernah ke Palu pasti foto kan. Yasudah saya bilang cepetin aja, boardingnya sekarang,” kata Mafella.

Mafella mengatakan sebelumnya dari Bandara Ujung Pandang Sulsel menuju Palu, ia tak biasanya juga melantunkan lagu-lagu rohani dengan nada keras. Biasanya, kata dia, ia cukup bersenandung dengan suara pelan.

Namun, diakuinya, khusus hari itu, ia merasakan kegalauan sehingga ingin meluapkan dengan bernyanyi.

“Saya hari itu bernyanyi lantang sekali. Sampai-sampai kopilot saya yang muslim meledek, captain kenapa enggak rekaman aja?” tutur Mafella.

Singkat cerita, rasa kegalauan itu seperti memuncak ketika akan terbang lagi dari Bandara Bandara Mutiara Sis Al Jufri menuju Ujung Pandang. Maka, Mafela sengaja agar kopilot dan kru pesawat jangan lama-lama istirahat.

Dari bisikan hatinya, ketika itu ada dorongan agar segera secepatnya meninggalkan Bandara Mutiara Sis Al Jufri. Hal ini pula yang membuatnya tak mau turun dari cockpit pesawat. “Seperti ada suara panggilan untuk bergegaskah, segera tinggal,” ujar Mafella.

Ia pun meminta izin kepada menara Air Traffic Controller (ATC) AirNav Cabang Palu untuk memberikan izin untuk lepas landas.

Saat itu, ia mengaku diberi komando oleh seorang petugas ATC untuk lepas landas tiga menit lebih cepat dari jadwal semula. Diketahui, belakangan nama petugas ATC tersebut adalah Anthonius Gunawan Agung yang meninggal dunia karena menara ATC roboh akibat gempa Palu.

“Saya tanya tadi siapa yang kontrol saya. Ternyata tadi itu Mas Agung, seorang petugas pengatur udara punya peranan penting dari emergency pesawat itu,” sebutnya.

Akhirnya, pesawat Batik Air 6231 selamat sampai tujuan Bandara Ujung Pandang, Makassar, Sulsel pada Jumat, 28 September 2018, pukul 19.00 WITA. 148 penumpang dan tujuh kru berhasil selamat dari gempa Palu.

Aron

Sumber: viva         .