LRT Jakarta Baru Bisa Dipakai Awal 2019

oleh

Jakarta – Progres pengerjaan kereta ringan, light tail transit (LRT) Jakarta sudah hampir selesai. Hingga saat ini, proses pengerjaan sudah sampai tahap finishing.

Beberapa item seperti pemasangan lampu, pengetesan fasilitas seperti lift dan eskalator sedang dilakukan.

Namun moda transportasi yang semula dijadwalkan bisa digunakan pada Asian Games 2018 ini rencananya baru bisa dipakai pada awal tahun 2019. Saat itu LRT Jakarta akan beroperasi secara komersial.

Sebelumnya PT Jakpro bersama PT LRT Jakarta sudah mengadakan uji coba operasional sejak 15 Agustus – 14 September 2018. Jalur LRT Jakarta ini membentang dari Kelapa Gading hingga Velodrome sepanjang 5,8 km.

Proyek pengerjaan stasiun LRT Jakarta secara keseluruhan sudah mencapai 92%. Direktur Proyek LRT Jakarta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin mengatakan, secara keseluruhan dari enam stasiun yang dibangun sejak sejak tahun 2016 ini akan selesai secara keseluruhan pada akhir November 2018.

“Kalau khusus untuk stasiun, kita target November ini selesai karena sekarang sudah 92%. Semua stasiun ya, enam stasiun plus depo kita ini akan selesai di November 2018 ini,” katanya, Rabu (10/10/2018).

Enam stasiun yang saat ini tengah dalam proses penyelesaian di antaranya yaitu, lima stasiun Stasiun Velodrome, Stasiun Equistrian, Stasiun Pulomas, Stasiun Bolevard Selatan, Stasiun Bolevard Utara dan satu Depo Kelapa Gading.

“Kan depo juga nanti akan ada satu stasiun di situ di Kelapa Gading. Itu nanti akhir November lah, selesai. Tinggal kita paralelkan nanti dengan sistem integrasinya di depo,” jelasnya.

Iwan menjelaskan, proyek pengerjaan stasiun LRT Jakarta saat ini sudah mencapai tahap finishing.Beberapa pengerjaan yang dilakukan hanya mengenai pemasangan beberapa lampu dan beberapa jaringan listrik.

“Sekarang itu lagi finishing arsitektur dan finishing mecanical electrical. Jadi finishing pemasangan siling, pemasangan alumunium komposit di panel stasiunnya,” katanya.

Ia menjelaskan, pengerjaan yang saat ini tengah dilakukan merupakan pemasangan beberapa peralatan kecil di sepanjang jalur LRT Velodrome-Kelapa Gading. Ada enam stasiun yang saat ini tengah dipasang beberapa peralatan dan jaringan listrik yang ditargetkan selesai pada November 2018.

“Mekanikal elektrikal itu pemasangan di equipment-equipment kecil. Seperti untuk di toilet, lampu-lampu. Sebenarnya kecil-kecil sih cuma kan itu ada berapa titik kan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, sambil melakukan proses pemantapan, pihaknya juga tetap melakukan uji coba pada beberapa perangkat besar, seperti pembatas peron eskalator sampai lift.

“Kemudian paralel kita melakukan comisioning test kepada sistem-sistem yang ada. Kemudian soal pemasangan pagar pembatas peron, pagar pembatas kereta juga itu yang sedang kita lakukan. Kemudian eskalator, pemasangan lift,” jelasnya.

Direktur Proyek LRT Jakarta Iwan Takwin mengatakan dalam uji coba operasi pada Agustus lalu semua berjalan dengan lancar dan tidak ada keluhan dari masyarakat

“Alhamdulillah nggak ada kendala, sampai kemarin selesai tes ujicoba itu kemarin nggak ada kendala. Dari sisi operasinya, dari sisi keamanannya itu nggak ada, dari listrinya juga nggak ada,” katanya, Rabu (10/10/2018).

Ia menjelaskan hasil dari uji coba beberapa waktu lalu, pihaknya memberikan beberapa lembaran pertanyaan kepada masyarakat mengenai kepuasan pelayanan dan fasilitas di LRT Jakarta.

Hasilnya, tidak ada keluhan dari masyarakat mengenai LRT Velodrome-Kelapa Gading.

“Kalau sekarang ini kita sedang susun laporan resmi, kita mengirimkan laporan hasil ujicoba ke Dinas Perhubungan, Pemda DKI dan Kementerian Perhubungan. Terkait savety-nya, terkait pola operasinya, kemudian karena kan saat operasi itu kan kita menyebarkan surat pertanyaan itu untuk penumpang- penumpang bagaimana tanggapan mereka,” jelasnya.

Ketika ditanya mengenai apakah kendala LRT mogok seperti di Palembang akan terulang, Iwan menjelaskan hal tersebut tidak akan terjadi di LRT Jakarta.

“Kalau kita kemarin alhamdulillah nggak ada ya. Nggak ada masalah, karena kan ini bolak balik sesuai jadwal semua kan,” jelas dia.

Kereta ringan atau light rail transit (LRT) Jakarta dengan rute Velodrome-Kelapa gading ditargetkan bisa beroperasi pada Januari 2019. Hal tersebut dikatakan Direktur Proyek LRT Jakarta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin.

Ia menjelaskan, LRT yang saat ini dioperasikan oleh PT Jakpro sebelumnya sudah melakukan uji coba pada Agustus lalu dan siap untuk dioperasikan pada awal tahun 2018.

“Kalau konstruksi stasiun akhir November. Kalau operasional itu diusahakan Januari 2019,” katanya, Rabu (10/10/2018).

Jalur LRT Jakarta ini membentang dari Kelapa Gading hingga Velodrome sepanjang 5,8 km.

Nantinya akan ada lima stasiun yang menjadi titik pemberhentian yaitu Stasiun Velodrome, Stasiun Equistrian, Stasiun Pulomas, Stasiun Bolevard Selatan, Stasiun Bolevard Utara dan satu Depo Kelapa Gading.

Aron

Sumber: detik         .