Pemprov DKI Umumkan UMP 1 November

oleh

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah meneken Pergub mengenai upah minimum provinsi (UMP) 2019 hari ini. Pengumuman UMP akan dilakukan serentak pada 1 November.

“Jumat penandatangan pergub. Tapi diumumkan secara serentak. 34 provinsi 1 November 2018,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Andry Yansyah, saat dihubungi, Jumat (26/10/2018).

Andri enggan mengungkapkan besaran UMP yang telah disetujui oleh Anies. Dia hanya memastikan besaran UMP mengikuti aturan yang berlaku.

“Kita kemarin baru mengeluarkan angka versi pemerintah, versi pengusaha, versi serikat pekerja. Nanti angka itu lah difluktuasikan dan ketemu satu angka diumumkan oleh Plh Gubernur,” sebut Andri.

Andri mengatakan Pemprov DKI telah memperluas subsidi bagi burug melalui kartu pekerja, KJP, dan akses untuk mendapatkan rumah DP Rp 0. Dia mengatakan Pemprov DKI akan fokus menyejahterakan buruh.

“Kita pemerintah provinsi DKI Jakarta pak gubernur fokus untuk mensejahterakan rakyat apabila dalam pengumumannya ada tidak sesuai usulan dari serikat pekerja nanti selisih itulah yang akan kita fasilitasi. Kita akan tingkatkan kesejahteraan dengan melalui kartu pekerja,” sebutnya.

Kementerian Ketenagakerjaan (Menaker) sudah menetapkan UMP 2019 naik 8,03 persen. Kenaikan UMP di setiap provinsi akan diumumkan serentak pada 1 November 2018.

Penetapan upah minimum 2019 merupakan hasil dari penambahan upah minimum 2018 dikalikan tingkat inflasi plus pertumbuhan ekonomi nasional, sesuai dengan Pasal 44 Ayat 1 dan Ayat 2 PP Nomor 78 Tahun 2015.

Merujuk hitung-hitungan tersebut, diperkirakan UMP DKI Jakarta tahun 2019 naik 8,03% atau Rp 292.937 dari UMP 2018 Rp 3.648.035 menjadi Rp 3.940.972.

Aron

Sumber: detik        .