Harga Minyak Turun, Harga BBM Kapan?

oleh

Jakarta – Penguatan harga minyak mentah dunia tak berlangsung lama. Setelah menembus level US$ 85 per barel pada Oktober lalu, kini harga minyak mentah tak jauh dari US$ 60 per barel.

Minyak mentah jenis Brent saat ini berada di level US$ 59,20 per barel naik 40 sen atau 0,7%. Sementara, West Texas Intermediate (WTI) naik 16 sen atau 0,3% menjadi US$ 50,58 per barel.

Analis Keuangan Independen dari Australia, Greg McKenna mengatakan, ada tekanan pada harga minyak mentah. Tekanan muncul karena adanya lonjakan pasokan serta melambatnya permintaan minyak mentah.

Selain itu, kinerja pasar keuangan juga memberikan pengaruh pada harga minyak.

“Tahun 2018 menandai akhir dari membaiknya pasar keuangan Asia dalam 10 tahun karena pengetatan kondisi keuangan di Asia (terutama China),” kata Morgan Stanley dalam sebuah catatan yang dikutip dari CNBC, Senin (26/11/2018).

Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap sebagian besar mata uang dunia juga memberikan tekanan pada harga minyak. Penguatan yang dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga acuan ini membuat investor keluar dari mata uang lain dan juga aset seperti minyak. Sebab, investor memandang adanya risiko yang lebih besar dari Greenback.

“Apa pun yang berdenominasi terhadap dolar AS berada di bawah tekanan sekarang,” kata McKenna.

Sementara, JP Morgan menyatakan, perang dagang antara AS dan China memberikan pengaruh tersendiri. Sebab, perang dagang memberikan pengaruh pada ekonomi secara global.

“Perang dagang AS-China menimbulkan risiko penurunan karena kami memperkirakan AS akan memberlakukan tarif 25% pada semua impor China pada kuartal I-2019,” kata JP Morgan.

Meski harga minyak mentah turun, PT Pertamina (Persero) tak serta-merta menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM).

VP Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, Pertamina akan terus mengevaluasi harga jual BBM. Menurut Adiatma, Pertamina memang tak langsung menaikan harga jual BBM saat minyak mentah melambung, begitu juga saat harga BBM turun tak langsung menyesuaikan harga.

Apalagi, harga minyak mentah juga masih di atas harga patokan dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).

“Sebagai patokan saja harga asumsi kita APBN US$ 48 per barel, walaupun turun masih belum sesuai dengan perkiraan awal, tapi kata kuncinya evaluasi terus, dan tidak terlalu buru-buru naik atau turun,” kata Adiatma

Saat ditanya mengenai lamanya evaluasi, Adiatma hanya menjawab perubahan harga tidak hanya mengacu pada harga minyak mentah, tapi juga menyangkut daya beli masyarakat.

“Ya kita banyak pertimbangan selain harga itu sendiri, daya beli masyarakat dan lain-lain yang menyebabkan harga BBM naik atau turun,” ujarnya.

Aron

Sumber: detik                    .