Ratusan Juta Lembar Saham Dilepas, Sandiaga Kantongi Rp 567 M

oleh

Jakarta – Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Salahuddin Unokembali melakukan aksi jual saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Kepemilikan Sandi di perusahaan yang dia dirikan itu pun semakin menipis.

Sandi kembali melepas belasan juta lembar saham SRTG. Dia pun kembali mendapatkan dana hingga puluhan miliar. 

Jika ditotal Sandi sudah melepas ratusan juta lembar saham SRTG dan sudah mengantongi dana dari hasil penjualan saham hingga lebih dari setengah triliun rupiah.

Untuk kesekian kalinya Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno kembali menjual kepemilikan sahamnya di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Dalam aksi penjualan kali ini dia mendapatkan dana segar sebesar Rp 64,38 miliar.

SRTG mengumumkan, Sandiaga melepas sebanyak 17.050.000 lembar saham. Seluruhnya dijual pada harga Rp 3.776. Jadi jika dihitung nilai transaksinya mencapai Rp 64,38 miliar.

Dia menjual sahamnya itu dalam 3 tahap yakni pada perdagangan tanggal 6 Desember 2018 sebanyak 7.000.000 lembar, lalu pada 7 Desember 2018 5.000.000 lembar dan 11 Desember 2018 sebanyak 5.050.000 lembar saham.

Jumlah kepemilikannya di SRTG pun kembali berkurang dari sebelumnya 630.815.429 lembar saham (23,25%) menjadi 613.765.429 (22,65%).

Pria yang akrab disapa Sandi itu pertama kali menjual saham SRTG pada awal Oktober 2018. Kala itu Sandi melepas sebanyak 51.400.000 lembar saham SRTG di harga Rp 3.776, nilai transaksinya mencapai Rp 194,08 miliar.

Kemudian dia juga melepas saham SRTG pada 8 Oktober 2018 sebanyak 28 juta lembar di harga Rp 3.776 dan 9 Oktober 2018 sebanyak 2,1 juta lembar saham di level Rp 3.802. Total nilai transaksi di dua hari itu mencapai Rp 113,7 miliar.

Pada 26 November juga ada penjualan saham SRTG yang dilakukan Sandi di pasar negosiasi. Berdasarkan data transaksi bursa, terjadi transaksi jual-beli saham SRTG senilai Rp 37,76 miliar yang tercatat dilakukan investor asing. Jumlah saham yang ditransaksikan sebanyak 10 juta saham.

Lalu Sandi kembali melaporkan empat kali transaksi penjualan saham dari kurun waktu 27 November 2018 hingga 4 Desember 2018. Total jumlah saham yang dilepas Sandiaga tercatat mencapai 41,8 juta saham.

Dari empat kali transaksi tersebut harga jual setiap transaksi Rp 3.776/saham. Artinya Sandiaga mendapatkan dana Rp 157,84 miliar.

Kemarin Sandi juga mengumumkan melepas sebanyak 17.050.000 lembar saham. Seluruhnya dijual pada harga Rp 3.776. Jadi jika dihitung nilai transaksinya mencapai Rp 64,38 miliar.

Jika ditotal, nilai transaksi dari aksi penjualan saham SRTG yang dilakukan Sandi sudah mencapai Rp 567,76 miliar. Seiring dengan itu, jumlah kepemilikan Sandi di saham SRTG kian susut dan kini tinggal 613.765.429 lembar saham atau sekitar 23,6234%.

Sandi pertama kali melakukan rentetan penjualan saham SRTG Pada 2 Oktober 2018. Saat itu kepemilikan sahamnya di SRTG sebanyak 754.115.429 saham atau 27,79%.

Seiring aksi rentetan penjualan itu, jumlah kepemilikan Sandi di saham SRTG kian susut dan kini tinggal 613.765.429 lembar saham atau sekitar 23,6234%. Total saham SRTG yang telah dijual Sandi sudah sebanyak 140.350.000 lembar.
Sebelumnya Sandi memang mengaku setelah menjual kepemilikan saham SRTG di awal Oktober 2018 dirinya mempertimbangkan untuk kembali menjual sahamnya di emiten berkode SRTG itu.

“Saya tahu tentang investasi dan keuangan dan saya punya program, dan Saratoga masa lalu saya. Saya ingin kelola lebih baik ke depan, tapi tak menutup kemungkinan saya akan jual lagi ke depan,” kata Sandiaga saat ditanya mengapa hanya menjual 2% sahamnya di SRTG, di Kinanti Building, Jl Epicentrum Tengah, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/10/2018).

Dia juga pernah mengaku bahwa dana hasil penjualan saham itu akan dipakai untuk membeli obligasi alias surat utang pemerintah. Alasannya karena pemerintah saat ini lagi butuh banyak biaya untuk memperbaiki kondisi ekonomi.

Selain itu, Sandi juga memakai dana hasil penjualan saham tersebut untuk membiayai kampanye pilpres 2019. Pria yang beken disapa Sandi itu maju sebagai cawapres Prabowo Subianto.

“(Penjualan saham Saratoga) sebagian saya gunakan untuk membeli obligasi pemerintah, sebagian lagi ditabung, sebagian lagi mungkin untuk kegiatan 6-7 bulan ke depan dan kita masih menghitung berapa biaya buat keperluan ke depan,” di Sunter Icon Food Point, Sunter, Jakarta Utara, Jumat (5/10/2018)



Sumber: detik                .