Disebut Dewa Pencitraan, Demokrat: SBY Tidak Pernah Masuk Got

oleh

Jakarta– Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga, geram dengan menyerang Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sebagai dewa pencitraan. Tudingan Arya ini membalas pernyataan politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean yang menyindir Jokowi pencitraan saat kunjungan ke Banten pasca tsunami.

Merespons hal itu, Ferdinand yang juga Kadiv Advokasi dan Hukum Demokrat itu membalas Arya seperti tak punya pilihan kalimat rasional soal Jokowi.

“Arya Sinulingga tampak tidak punya pilihan lagi kalimat dan kata untuk menjelaskan apa yang dilakukan Jokowi saat pergi meninggalkan rombongannya dan berjalan sendiri kemudian difoto,” kata Ferdinand, Kamis, 27 Desember 2018.

Bagi dia, pernyataan Arya sebagai jubir TKN menggambarkan penjelasan yang tak masuk akal sehingga membandingkan dengan SBY. Ia bilang, narasi yang dibikin Arya dengan menyerang SBY adalah keliru.

Ferdinand pun menyinggung kinerja SBY sebagai Presiden RI ke-6 selama dua periode. Menurutnya, SBY tak pernah melakukan pencitraan negatif seperti pura-pura sederhana sampai masuk got.

“SBY tidak pernah melakukan pencitraan negatif demi elektabilitasnya. SBY tidak pernah masuk got, tidak pernah pura-pura sederhana, tidak pernah pura pura ke sawah tapi impor beras,” tuturnya.

Kemudian, ia mengibaratkan serangan Arya itu sebagai tuduhan manipulatif yang menyesatkan. Arya dinilai hanya sengaja menutupi fakta bahwa Jokowi memang melakukan pencitraan.

“Jadi tuduhan Arya jubir Jokowi-Ma’ruf itu hanya bentuk opini menyesatkan karena tidak sesuai fakta. Arus hanya berupaya menutupi kenyataan bahwa memang Jokowi pencitraan,” tutur Ferdinand yang juga juru bicara tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu.

Sebelumnya, Arya Sinulingga heran dan geram melihat manuver Ferdinand yang terus menyerang Jokowi pencitraan. Ia pun menyinggung SBY yang merupakan atasan Ferdinand justru adalah dewa pencitraan.

“Ferdinand Hutahaean itu aneh. Dia ngomong soal pencitraan. Dia lupa siapa dewa pencitraan di Indonesia ini. Siapa coba? Bosnya (Ketua Umum Demokrat). Kok ada-ada saja Ferdinand Hutahaean ini, apa karena baru masuk ke Demokrat, apa dia lupa,” kata Arya di Posko Cemara, Rabu, 26 Desember 2018.

Sebelumnya, lewat akun Twitternya, Ferdinand Hutahaean, @Ferdinand_Haean berkomentar terkait kunjungan Presiden Jokowi ke Banten pasca tsunami yang melanda wilayah itu. Bahkan Ferdinand menyebut foto Jokowi sendiri sudah diatur demi pencitraan.



Sumber: viva                .