Jokowi Singgung Propaganda Rusia, Kedubesnya di Jakarta Angkat Bicara

oleh

Jakarta – Kedutaan Besar Rusia di Indonesia merespons penggunaan terminologi propaganda Rusia yang beberapa kali mengemuka di masa Pilpres 2019. Baru-baru ini, Presiden Jokowi yang merupakan Capres petahana kembali menyebutkan soal istilah “propaganda Rusia” dan konsultan asing.

Dua hari silam, Jokowi di Surabaya dalam acara deklarasi Forum Alumni Jawa Timur menyampaikan penyesalannya bahwa politik Indonesia kini diisi oleh kabar bohong dan politik yang tak santun. 

Penggunaan hoax kata dia juga dilakukan oleh tim sukses yang menggunakan propaganda ala Rusia walau Jokowi tak eksplisit menyebut tim sukses yang dia maksudkan. Namun diketahui dalam Pilpres 2019 hanya dua kubu karena dua pasangan calon yang akan berlaga di Pemilu pada April mendatang.

Soal propaganda Rusia ini juga pernah mengemuka tatkala tim Prabowo-Sandi dituding melakukan propaganda Rusia dalam kasus hoax Ratna Sarumpaet. Waketum Partai Gerindra, Fadli Zon kala itu membantah adanya penggunaan metode firehose of the falsehood akibat mereka yang sempat membesarkan hoax Ratna.

Atas hal itu, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva merespons soal istilah propaganda Rusia ini melalui akun Twitter resmi Kedubes Rusia Jakarta @RusEmbJakarta. 

Pihak Kdubes menyatakan tak pernah ikut campur urusan dalam negeri orang lain dan istilah propaganda Rusia itu adalah bikinan AS yang sejak lama digaungkan.

“Sebagaimana diketahui istilah “propaganda Rusia” direkayasa pada tahun 2016 di Amerika Serikat dalam rangka kampanye pemilu presiden. Istilah ini sama sekali tidak berdasarkan pada realitas,” dituliskan Kedubes Rusia melalui cuitan Twitter.

“Kami menggarisbawahi bahwa posisi prinsipil Rusia adalah tidak campur tangan pada urusan dalam negeri dan proses-proses elektoral di negara-negara asing, termasuk Indonesia yang merupakan sahabat dekat dan mitra penting kami.”



Sumber: viva            .