Jokowi: Tunjukkan Pada Saya Presiden Mana Cek Jalan Sampai 8 Kali

oleh

Jakarta – Calon Presiden nomor urut 01, Jokowi menghadiri deklarasi 10.000 Pengusaha untuk Jokowi-Amin yang digelar Kelompok Relawan KerJo (Pengusaha Pekerja Pro Jokowi). Dalam sambutannya, Jokowi menjelaskan bagaimana infrastruktur merupakan pondasi pertumbuhan ekonomi di belahan bagian dunia manapun.

Selama lima tahun dirinya memimpin, Jokowi juga sudah sering memeriksa langsung kelangsungan pengerjaan infrastruktur. Bahkan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menantang para pendukungnya untuk menunjukkan presiden yang pernah bolak-balik memeriksa pengerjaan proyek infrastruktur sebanyak dirinya.

“Nyaris setiap hari saya di lapangan untuk pastikan setiap program berjalan. Saya datang ke tol trans-Sumatra sudah 8 kali datang. Tunjukkan kepada saya presiden mana yang ngecek jalan sampai 8 kali. Kalau presidennya datang 8 kali, menterinya pasti datang 16 kali untuk pastikan target dan kualitas bahwa proyek ini berjalan,” katanya di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (21/3).

Dia menjelaskan, kunjungan seperti ini kerap dirinya lakukan karena mendengar masukan dari masyarakat. Sehingga, Jokowi juga ingin memastikan secara langsung agar proyek berjalan dengan baik.

“Akan saya cek, akan saya kontrol, dan saya monitor terus. Pasti akan saya datangi terus untuk pastikan bahwa proyek besar yang penting berjalan,” jelasnya.

“Jadi sudah kami hitung untuk tol trans Sumatra dari Lampung sampai Aceh sudah kami hitung. Kami hitung nanti di 2024, Lampung sampai Aceh akan tersambung sepanjang kurang lebih 2.400 km,” lanjut Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo ini menambahkan, sebenarnya dalam upaya pembangunan jalan tol, Indonesia sudah termasuk terlambat dibandingkan dengan negara lainnya. Padahal, saat pembangunan Tol Jagorawi sepanjang 50 km, banyak negara lainnya di Asia yang menengok hal tersebut.

“Bagaimana kalkulasi dan hitungan (pembangunan Tol Jagorawi). Malaysia tengok. Vietnam tengok. Filipina, China, ikut nengok. Dalam 40 tahun, setelah Jagorawi kita hanya bisa bangun 780 km sampai 2014. Jangan ditepuk tangani. 1000 km saja ga ada,” jelasnya.

“(Sedangkan) Malaysia sudah miliki 1800 km. China sudah miliki 280.000 km jalan tol. Inilah yang ingin kita kejar,” lanjutnya.

Jokowi menjelaskan, dalam membangun infrastruktur pastinya negara memang akan merasakan pahit dan sakit. Sebab, banyak biaya yang harus dikorbankan untuk hal tersebut.

“Namun inilah obat bagi ekonomi ke depan kita. Bapak ibu harus meyakini bahwa yang namanya infrastruktur adalah mutlak sebagai pondasi pertumbuhan ekonomi di manapun. Kita 780 km. Cina 280 ribu km,” tutupnya.

Sumber: merdeka          .