Polda Metro Gelar Operasi Keselamatan 2019, Ini Titik Razianya

oleh

Jakarta – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggelar operasi keselamatan rutin tahunan dimulai sejak hari ini hingga 14 hari ke depan. Titik operasi itu ada di jalan-jalan yang masuk ke wilayah hukum Polda Metro Jaya, di mana saja titik-titk operasi itu?

“Ada tiga titik, di Benjamin Sueb, Manggala Wanabakti, dan dekat Coca-Cola,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (29/4/2019).

Untuk di DKI Jakarta sendiri, Yusuf menyebut polisi baru menentukan tiga titik, yakni di sepanjang Jalan Benjamin Sueb Jakarta Pusat, di sekitar gedung Manggala Wanabakti, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat dan di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan, Jakarta tepatnya di simpang Coca-Cola. Untuk titik-titik operasi lainya masih disiapkan oleh polisi.

“Jadi kegiatannya kita melihat sikon artinya pada saat kapan kita melaksanakan kegiatan operasi simpatik dan nanti diharapkan dari kegiatan ini tidak menimbulkan suatu kemacetan. kita mencari lokasi-lokasi yang kalaupun itu dilaksanakan secara stasioner berarti kita mencari tempat-tempat untuk melaksanakan kegiatan dan tidak menimbulkan macet,” ungkap Yusuf.

Yusuf menyebut operasi itu akan berlangsung di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya. Operasi itu akan berlangsung selama 14 hari terhitung mulai hari ini dan melibatkan personel gabungan sekitar 2.771 personel.

Yusuf menyebut kegiatan ini berbeda dengan kegiatan operasi ketupat yang sebentar lagi akan digelar. Menurutnya, kegiatan operasi keselamatan selama 14 hari ini adalah kegiatan rutin dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

“Ini memang kalender kegiatan rutin, nanti kan setelah kegiatan ini juga ada operasi ketupat. Operasi ketupat kan menjelang mudik lebaran dan Idul Fitri,” kata Yusuf.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono memimpin upacara kesiapan operasi keselamatan 2019 di Lapangan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jakarta pagi tadi. Gatot menjabarkan poin-poin pelanggaran yang difokuskan dalam operasi itu.

Tujuh poin pelanggaran lalu lintas tersebut seperti menggunakan telepon saat mengemudi, tidak menggunakan sabuk pengaman saat berkendara, tidak menggunakan helm berstandar nasional. 

Selain itu, pelanggaran melawan arus lalu lintas, mengendarai kendaraan di bawah pengaruh alkohol, narkoba, mengemudikan kendaraan di bawah umur dan yang terakhir mengemudikan kendaraan pada kecepatan maksimal.

Sumber: detik     .