Pesan Petugas TPS Sebelum Meninggal ke Presiden: Jangan Ulang Pemilu Serentak

oleh

Solo – Ada kisah mengharukan dibalik meninggalnya Agung Nugroho (31), Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS), TPS 21, Kelurahan Karangasem, Solo yang meninggal semalam. Sebelum menjadi petugas pemilu, suami Mela Siti Malikah (32) itu mempunyai riwayat penyakit leukemia.

Mela menceritakan, kendati menderita penyakit berat, namun saat bertugas kondisi suaminya cukup bail. Karena secara rutin ia melakukan transfusi darah di rumah sakit. Pada tanggal 17-18 April 2019, suaminya juga telah melakukan transfusi darah dan kondisinya dinilai tidak ada masalah.

“Hari Minggu (21/4) lalu dia sempat mondok di rumah sakit, tetapi kemudian pulang lagi. Di rumah sakit dia sempat ngecek pekerjaannya sebagai pengawas,” ujar Mela saat ditemui di rumah duka, Karangasem RT 03 RW IV, Laweyan, Solo, Selasa (30/4) pagi.

Sepulang dari rumah sakit, pada Sabtu (27/4) lalu kondisi kesehatannya kembali menurun. Bahkan suaminya itu sempat pingsan di dalam rumah, sehingga harus dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Solo.

“Suami saya dibawa ke IGD sampai akhirnya meninggal dunia. Saya sudah ikhlas menerima,” katanya lirih.

Meskipun sudah merelakan kepergian suaminya untuk selamanya, Mela merasa masih ada sesuatu yang mengganjal. Menurut dia, beberapa hari sebelum meninggal, suaminya sempat berpesan, dan pesan tersebut juga ditulis dalam status di WhatsApp (WA).

“Sebelum meninggal dia berpesan, katanya ingin bertemu Pak Presiden. ‘Saya ingin bertemu pak Jokowi, saya mau bilang, jangan diulangi lagi pemilu serentak’,” ucap Mela menirukan pesan almarhum suaminya.

“Dia juga menulis kalimat tersebut di status WA,” jelasnya.

Mela menyampaikan, suaminya sudah dua kali ini berpartisipasi menjadi pengawas TPS. Yakni pada Pilgub Jateng 2018 dan Pemilu 2019. Tugas menjadi bagian pengawas Pemilu serentak ini dirasa sangat berat. Karena mulai bekerja dari pagi hari dan pulang ke rumah pukul 03.00 pagi.

Sumber: merdeka    .