Nikolas SN : Jenis Jenis Kematian Menurut Adat Batak Toba

oleh
  • MATE PUPUR = Tidak punya keturunan sama sekali .
  • MATE PUNU = Wafat tidak meninggalkan Anak laki laki sebagai Penerus Marga walaupun , punya anak Perempuan .
  • TILAHAON = Wafat anak yang belum menikah baik masih anak anak maupun sudah dewasa , tapi Bapa Ibunya masih ada..  Tilaha = anak yg Wafat ,  Tilahaon = Orang tuanya.
  • MATE MANGKAR : Wafat Bapa / Ibu , meninggalkan anak anaj belum ada yang menikah .
  • PONGGOL ULU :
    Meninggal seorang Bapa , meninggalkan Isteri dan anak2 yang belum dewasa ( Marsapsap Mardum ) .
  • MATOMPAS TATARING :  Seorang Ibu wafat meninggalkan Suami dan anak anak yang belum dewasa.
  • SARI MATUA :
    Seorang Bapak / Ibu wafat , sudah punya cucu dari Anak , punya Cucu dari Boru , tapi masih ada Anaknya yang belum nikah baik laki atau Perempuan
  • SAUR MATUA : Seorang Bapa/ Ibu , wafat , punya cucu dari anak laki , punya Cucu dari Anak Perempuan , dan semua anak sudah menikah , walaupun masih ada anak/ borunya yang belum punya keturunan . Yang penting sudah menikah ( Sohot) .
  • SAUR MATUA GABE :
    Seorang Bapak/ Ibu wafat , sudah punya Cicit ( Nini ) ,artinya ; Anak laki2nya sudah ada yang punya Cucu.
  • MAULI BULUNG :
    Seorang Bapak / Ibu , wafat , sudah punya  buyut ( Anak laki dan Anak Perempuannya sudah punya cucu ) sering disebut MARNINI MARNONO. Tapi ada Syaratnya : Anak sudah nikah semua , semua punya keturunan dan tidak boleh ada yang meninggal mendahului Bapak / Ibunya . Nah.. status ini lah yg paling tinggi di Adat Batak dan sangat jarang ditemukan saat ini

PERMASALAHAN :
Saat ini , di Jakarta & kota kota besar , sering disebut Sudah SAUR MATUA pada hal masih ada Anak / borunya yang belum nikah , tapi sudah dewasa . 

Pada hal saya lihat di Bona Pasogit , status seperti itu TETAP dianggap masih SARI MATUA ,tidak boleh ditawar tawar  menjadi SAUR MATUA

Orang Bertanya : APA SIH yang mau direbut dari Status SAUR MATUA itu ?
Tidak lain hanya untuk nilai Kebanggaan tok.

Pada hal Akibatnya , BIAYA ADAT jadi semakin besar dan ACARA ADAT JADI SEMAKIN MELUAS  ( Jou Jou gabe sahat tu BONA NI ARI )

PADA HAL KEMATIAN  karena SARI MATUA atau karena SAUR MATUA ? BAGI TUHAN adalah SAMA , tidak ditanya statusnya , apakah kamu mati  PUNU , PUPUR , MANGKAR , SARIMATUA , SAUR MATUA  atau MAULI BULUNG .

Tapi , apapun JENIS  KEMATIAN nya , acara Adat Pemakaman harus tetap jalan , asal jangan  di Rekayasa. 

Yang penting harus  kita diperjuangkan adalah MASUK SORGA atau NERAKA pada saat  Roh kita meninggalkan Dunia Fana ini.

Demikian ulasan singkat ,  Mohon Koreksi , bagi yang lebih paham🤩🤩 .