Ini Skema Terbaru Tol Satu Arah Saat Mudik

oleh

Jakarta – Skema pemberlakuan jalur satu arah atau one way di sebagian ruas tol Trans Jawa bakal diberlakukan saat mudik dan arus balik. Hal itu ditujukan bagi kelancaran perjalanan selama Lebaran.

Semula, jalur satu arah bakal diberlakukan seharian penuh alias 24 jam. Namun setelah dilakukan pembahasan oleh Korlantas diputuskan untuk tidak berlaku 24 jam.

Foto: Denny Pratama

Operation Management Group Head PT Jasa Marga Fitri Wiyanti menjelaskan, telah diputuskan bahwa pemberlakuan satu jalur berlaku pada pukul 09.00-21.00 WIB. 

“Skenario one way kami peroleh informasi dari kepolisian kemarin sore, disampaikan one way dilaksanakan 30 Mei sampai 2 Juni, terjadwal pukul 9 pagi sampai 21 malam,” katanya dalam konferensi pers di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta Timur, Jakarta, Senin (27/5/2019).

Jalur satu arah bakal diberlakukan mulai dari Km 70 Tol Jakarta-Cikampek sampai Km 263 Tol Pejagan-Pemalang. Semula ini bakal diberlakukan dari Km 29.

Sementara dari Km 29 sampai Km 61 Tol Jakarta-Cikampek bakal diberlakukan skenario contra flow. Jadwal pemberlakuannya pada pukul 06.00-21.00 WIB.

“Contra flow jam 6 sampai jam 21, dari Km 29 sampai Km 61, jam 6 sampai jam 21,” tambahnya.

Namun, jadwal pemberlakuannya jalur satu arah ini sewaktu-waktu dapat berubah tergantung perkembangan di lapangan. Perubahan itu berkaitan dengan perpanjangan waktu berlakunya jalur satu arah. Sementara untuk penambahan waktu belum ada pembahasan lebih lanjut.

Foto: Dian Firmansyah

Operation Management Group Head Jasa Marga Fitri Wiyanti memperkirakan terjadi kenaikan jumlah pengguna tol saat mudik tahun ini dibandingkan 2018. Kenaikan volume kendaraan diprediksi sebesar 7,58% dari tahun lalu.

“Itu H-7 kan tanggal 29 Mei, H-1 di tanggal 4 Juni, total prediksi volume lalu lintas untuk arus mudik 2019 adalah 1.383.833,” katanya dalam konferensi pers di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta Timur, Senin (27/5/2019).

“Saya informasikan juga arus mudik meningkat dari tahun lalu sebesar 7,58%,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, 58,68% kendaraan akan melewati jalan Tol Jakarta-Cikampek saat mudik. Dari situ akan terbagi dua, di mana 54,33% ke arah timur atau ke arah Trans Jawa, kemudian 45,56% ke arah Cipularang, Padaleunyi dan seterusnya melewati gerbang Tol Kalihurip Utama.

Berikutnya sebanyak 14,4% kendaraan diprediksi bakal menuju puncak melewati gerbang Tol Ciawi, dan 26,68% akan melewati gerbang Tol Cikupa menuju ke arah Merak.

Dia juga menjelaskan, untuk arus balik diperkirakan terjadi kenaikan jumlah kendaraan sebesar 1,64% terdiri dari 1,371 juta kendaraan.

Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Seluruh pekerjaan proyek di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) mulai diberhentikan sementara sejak kemarin, Minggu 26 Mei. Hal itu dilakukan demi kelancaran tol saat mudik. Pasalnya pekerjaan proyek ini cukup memakan tempat.

Ada sejumlah proyek di kawasan Tol Japek, yaitu Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated), Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dan LRT Jabodebek. Proyek-proyek tersebut dihentikan sementara waktu.

“Penghentian per H-10 ya per tanggal 26. Jadi per kemarin sudah tidak boleh ada kegiatan proyek,” kata Maintenance Group Head PT Jasa Marga Rudy Hardiansyah katanya dalam konferensi pers di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta Timur, Jakarta, Senin (27/5/2019).

Dia menjelaskan, seluruh alat berat proyek sudah disingkirkan dari area tol. Dengan demikian kapasitas lajur tol menjadi lebih luas. Ini membantu kelancaran di jalan bebas hambatan tersebut.

“Iya sudah dihentikan bahkan alat berat sudah disingkirkan, makanya kemarin kapasitas lajur sudah bisa meningkat dengan menggeser barrier yang selama ini memakan tempat yang seharusnya berfungsi sebagai lajur,” jelasnya.

Dia mengatakan, penghentian sementara pekerjaan proyek di tol bakal berlangsung hingga H+10 lebaran. Setelah itu seluruh pekerjaan proyek bakal kembali berjalan normal.

Sumber: detik  .