Jangan Pernah Buang Minyak Jelantah ke Bak Cuci Piring

oleh -446 views

Penutupan Kali Sentiong atau Kali Item oleh pemerintah DKI Jakarta dengan jaring berwarna hitam untuk menutupi bau, sempat menimbulkan kontroversi. Ini dianggap tidak menyelesaikan persoalan dasar, sebab kali tetap saja kotor dan berbau tidak sedap.

Bahkan meskipun kali sudah bebas sampah karena rutin dibersihkan, tetap saja menghilangkan limbah cair yang menyebabkan bau tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Kali Item sudah tercemar berat oleh limbah rumah tangga yang dibuang ke got dan mengalir ke sungai. Limbah rumah tangga ini bermacam-macam, salah satunya minyak yang berasal dari sisa minyak goreng, oli bekas, lemak bekas makanan, dan sebagainya.

Untuk mengolah limbah minyak ini tidak murah, lho. Minyak sangat sulit dipisahkan dari air. Perlu teknologi tingkat tinggi untuk mengolahnya dan membutuhkan biaya besar, karena menghabiskan banyak zat kimia.

Limbah minyak juga tidak dapat disaring, karena berisiko membeku dan tersangkut di penyaring, sehingga menyumbat saluran air. Nah, bagaimana sih membuang limbang minyak goreng yang sudah tidak terpakai agar tidak mencemari lingkungan?

1. Jangan pernah membuang minyak ke bak cuci piring

Ketika berniat membuang minyak goreng, jangan pernah menuangkannya ke bak cuci atau langsung ke saluran pembuangan. Meskipun Kamu sudah memecah minyak dengan sabun dan air panas, tetap saja minyak akan membeku setelah dingin dan menyebabkan pipa pembuangan dan selokan tersumbat.

Minyak yang dibuang ke saluran pembuangan akan terbawa sampai ke sungai, danau, bahkan laut. Seiring dengan bertambahnya limbah minyak, kadar oksigen air akan menurun dan dapat membunuh hewan-hewan yang hidup di dalamnya.

2. Jangan menuangkan minyak bekas ke alat pengolahan kompos

Jika Kamu memiliki alat pengolahan kompos di rumah dari sisa-sia sampah organik, jangan pula membuang minyak goreng bekas ke situ. Hal ini akan menyebabkan kompos gagal terbentuk.

Inilah tips membuang minyak goreng domestik rumah tangga yang ramah lingkungan:

  • Biarkan minyak dingin atau membeku, sehingga Kamu dapat menempatkannya ke dalam wadah yang bisa ditutup sebelum membuangnya. Wadah yang bisa Kamu gunakan sebaiknya yang tidak dapat didaur ulang, misalnya kotak plastik bekas makanan.
  • Buang minyak yang sudah dikemas ke dalam tempat sampah.
  • Bisa juga Kamu kumpulkan minyak-minyak bekas ke satu wadah secara bertahap sampai penuh, kemudian bawa ke pusat daur ulang terdekat. Sejumlah pusat daur ulang lokal sekarang ada yang menampung limbah minyak goreng secara gratis.
  • Jika Kamu memiliki usaha restauran, katering, atau produk makanan yang digoreng, tentu limbah minyaknya akan sangat banyak. Hati-hati ya Gengs, salah-salah membuang limbah minyak dapat berdampak pada penuntutan, karena efeknya sangat merugikan. Jika pipa saluran air tersumbat dapat mengakibatkan banjir. Lebih baik salurkan pada pusat pengolahan limbah yang ada di kota Kamu.
  • Menggunakan minyak daur ulang sebagai sumber energi, seperti karbon dioksida, karena lebih ramah lingkungan. Ini juga merupakan pilihan yang lebih efektif dan dapat membantu mengurangi pajak pada bahan bakar fosil. Sayangnya, di Indonesia teknologi ini belum dikenal masyarakat.

Jika Kamu termasuk penduduk yang cerdas, Kamu wajib tahu bagaimana menangani sampah. Jangan hanya ponselnya saja yang cerdas ya, Gengs! Kamu pun harus menjadi smart citizen, sehingga masalah sungai tercemar di kota Kamu dapat berkurang. Kita semua harus menjaga lingkungan, demi hidup lebih nyaman dan sehat.

Aron

Sumber: viva           .

Kompas Lowongan Kerja