Pergi ke Bekasi, Seorang Pria di Malang Beli Uang Palsu Rp 21 Juta

oleh -140 views

Jakarta – Sarmin alias Minto, warga Malang, Jawa Timur mengaku membeli uang palsu Rp 21 juta dari E seharga Rp 5 juta. Uang pembelian ditransfer kepada E, yang saat ini masih buron, melalui sebuah rekening bank.

Selanjutnya Minto pun bertemu E di daerah Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat usai mentransfer uangnya. Saat itu E menyerahkan uang palsu sesuai pembicaraan dalam telepon, kemudian tersangka pulang dan berniat mengedarkan di Malang.

“Tersangka diamankan membawa uang tersebut di SPBU Kepanjen, Kabupaten Malang,” kata Kasat Reskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, Senin (18/11).

Setelah diamankan, terbukti tersangka membawa uang palsu Rp 20,8 juta dan menjalani penyelidikan lebih lanjut. Tersangka memiliki uang palsu dengan pecahan Rp 100 ribu sejumlah 174 lembar atau senilai Rp 17,4 juta, serta pecahan Rp 50 ribu sejumlah 68 lembar atau senilai Rp 3,4 juta.

“Pengakuan tersangka belum digunakan, tapi masih didalami. Dari tersangka juga diamankan sebuah alat mesin (deteksi uang palsu) ultraviolet,” katanya.

Secara fisik uang tersebut sekilas sudah nampak palsu, bahkan saat diperhatikan secara lebih jeli terlihat pudar dan tidak ditemukan benang pengaman.

Sementara hasil pendalaman penyidik, diketahui tersangka pernah berurusan dalam kasus yang sama di wilayah Polres Malang pada 2012. Tersangka juga mengaku sempat bertemu seseorang di Kecamatan Dau guna menawarkan mengedarkan uang palsu tersebut.

Namun tidak terjadi kesepakatan karena melihat bentuk uangnya yang dirasa kurang bagus atau tidak mirip uang asli. Tersangka pun kemudian membawa uang tersebut untuk mencari pembeli atau pengedar lain.

Atas perbuatannya, pelaku diancam Pasal 36 ayat 2 juncto Pasal 26 ayat 2 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang. Tersangka diancam hukuman 10 tahun penjara.

.