LABB terbitkan Buku RUHUT RUHUT ADAT BATAK TOBA SE-JABODETABEK

oleh -939 views

Jakarta – Adat Batak sebagai bagian integral dari budaya nasional memiliki ciri khas yang membuatnya unik dan menonjol bila dibandingkan dengan adat suku lainnya. Bagi sebagian orang Batak, adat itu sering dipandang sebagai sesuatu yang ritual, sulit berubah, terlalu mahal, memakan waktu yang lama, dan rumit.

Hal inilah yang mendasari Lokus Adat Budaya Batak (LABB) bekerjasama dengan Universitas Mpu Tantular menerbitkan buku RUHUTRUHUT ADAT BATAK TOBA SE-JABODETABEK. Dengan falsafah Batak yang menyebutkan “rundut ni eme do mambahen tu gabena” maka kerumitan dan keruwetan itu dapat membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi masyarakat Batak dalam melaksanakan adatnya.

Web Presiden

Buku ini disusun F Jadisman Hutapea (Ketua), R Hutagalung (Wakil Ketua), St Abidin Simanjuntak SE (Sekretaris), narasumber Prof Dr Payaman Simanjuntak APU, Hotman Jonathan Lumban Gaol, Sarman Simanjuntak, dan Maringan Barimbing. Sementara penyelaras terdiri dari F Jadisman Hutapea (Ketua), Hasan Batubara (Wakil Ketua), St Lentang B Sibarani (Sekretaris), narasumber Drs Bangarna Sianipar, St Timbul Siahaan, Maringan Baringbing, Ramli Hutajulu SE, dan St Abidin Simanjuntak SE.

Penulisan buku ini bertujuan agar pemuka adat Batak dan para orang tua mencermati sikap sebagian kaum milenial yang kurang berkenan dengan kemahalan, kerumitan, dan panjangnya waktu praktik adat Batak. Selanjutnya membuka hati mendengar dan mengakomodir aspirasi mereka yang mendambakan adanya penyesuaian.

F Jadisman Hutapea (keempat kiri) Ketua Tim Penyusun/Penyelaras buku RUHUTRUHUT ADAT BATAK TOBA SE-JABODETABEK bersama DPP LABB dengan Ketua Umum Budi P Sinambela BBA

Untuk itulah LABB mencoba menata ulang , tata laksana adat Batak yang esensial, efektif, dan efisien melalui penerbitan buku ini. Esensial dalam arti hakikat atau makna adat itu tidak boleh hilang walaupun wujud pelaksanaannya kelihatan dan atau memang berbeda.

Buku RUHUTRUHUT ADAT BATAK TOBA SE-JABODETABEK berisikan 7 (tujuh) bab. Diluncurkan pada “Pra Horja Bolon LABB 2019” yang merupakan Sidang Tahunan Dewan Mangaraja LABB, Kamis 05 Desember 2019, di Auditorium Universitas Mpu Tantular, Jln Cipinang Besar No 2, Jakarta Timur.

BAB I: PENDAHULUAN meliputi latar belakang, maksud dan tujuan, ruang lingkup.

BAB II: SAPAAN UMPAMA DAN UMPASA BATAK meliputi Sapaan Kekerabatan, Peristilahan Ungkapan (Umpama) dan Peribahasa (Umpasa).

BAB III: ACARA PESTA PERNIKAHAN (ULAON UNJUK) meliputi Acara Patua Hata dan Marhusip, Acara Martumpol Marhata Sinamot dan Marria Raja, Acara pada Hari Pernikahan, Acara di Gedung.

BAB IV: PERNIKAHAN CAMPURAN meliputi Perempuan Batak Menikah dengan Laki-laki Non Batak, Laki-laki Batak Menikah dengan Perempuan Non Batak.

BAB V: ACARA DOA (ULAON PARTANGIANGAN) meliputi Jenis-jenis Ulaon Partangiangan, Pelaksanaan (Partording) ni Ulaon.

BAB VI: ACARA ADAT KEMATIAN (MARUJUNG NGOLU) meliputi Jenis Kematian, Pelaksanaan (Partonding) ni ulaon, Martonggo Raja, Acara Partuatna (Acara Manogot), Acara Maralaman, Acara di Tempat Pemakaman.

BAB VII: PENUTUP.

Mengingat adat tidaklah statis dan berkembang seiring dengan kemajuan peradaban bangso Batak, maka dibentuk tim sosialisasi dan pemantau pelaksanaannya di berbagai pesta pernikahan dan acara kedukaan di Jabodetabek yang dipimpin oleh : Ketua Dewan Mangaraja (DM ) LABB Bidang Adat dan Seni Budaya Batak : Ir Nikolas Sinar Naibaho MBA.

Hasilnya akan didiskusikan dan dipergunakan sebagai bahan penyempurnaan buku ini pada edisi berikutnya.

Pada buku ini berkenan memberikan kata sambutan Ir Sintong M Tampubolon (Ketua Umum DPN BATAK CENTER), Budi P Sinambela BBA (Ketua Umum DPP LABB), Brigjen TNI (Purn) Berlin Hutajulu (Ketua Umum DM LABB). Serta pengantar dari F Jadisman Hutapea (Ketua Tim Penyusun/Penyelaras).

Buku ini dapat bermanfaat bagi semua bangso Batak lintas generasi dan lintas luat secara khusus yang berdomisili di Jabodetabek. Buku ini diharapkan dapat menjawab berbagai tantangan sehingga Paradaton Batak Toba yang luhur dapat dilestarikan sampai akhir zaman. Miliki buku ini karena cukup memadai dan layak dipergunakan sebagai buku penuntun Adat Batak Toba yang esensial, efektif, dan efisien.

Kompas Lowongan Kerja