Waspadai Kejahatan di Transportasi Online

oleh -243 views

Jakarta – Kejadian yang menimpa penumpang perempuan yang nyaris diculik ketika menumpangi taksi online GrabCar beberapa waktu lalu menarik perhatian berbagai pihak. Salah satunya pihak Grab Indonesia yang merespons kasus yang sempat viral di media sosial ini.
Public Relations Manager Grab Indonesia Andre Sebastian mengatakan demi meningkatkan keselamatan dan keamanan penumpang, Grab telah melengkapi fitur tombol darurat. Penumpang juga bisa mendaftarkan tiga kontak darurat yang bisa dihubungi apabila Anda sedang dalam keadaan darurat.
“Saat ini sudah tersedia Emergency Button pada aplikasi Grab untuk penumpang jika mengalami keadaan darurat. Fitur ini melengkapi fitur keselamatan lainnya yang sudah tersedia di aplikasi Grab yaitu share my ride (bagikan perjalanan), penyamaran nomor telepon penumpang, dan VOIP call,” ujar Andre melalui keterangannya, Jakarta, Senin (10/2).
Pada layar platform Grab terdapat fitur ‘Pusat Keselamatan’ dimana penumpang yang merasa tidak aman untuk mengaktifkan fitur ‘Bagikan Informasi Perjalanan’ (Share My Ride) kepada orang terdekat untuk melacak lokasi dan status perjalanan, lengkap dengan perkiraan waktu kedatangan, dan detail mitra pengemudi.
“Dengan fitur ini, keluarga atau orang terdekat penumpang mendapat informasi dan dapat mengantisipasi jika, misalnya, pada waktu yang diperkirakan penumpang tersebut belum tiba di tujuan,” papar Andre.
Fitur-fitur lainnya adalah ‘Laporkan Masalah Keselamatan’ dan ‘Dapatkan Pertolongan Darurat’ dimana penumpang langsung terhubung dengan dan dapat meminta bantuan dari tim respons Grab yang berjaga 24 jam sehari dan 7 hari sepekan.
“Ketika penumpang mengaktifkan fitur ‘Dapatkan Pertolongan Darurat’, selain bantuan dari tim respons kami, peringatan SMS juga terkirim ke kontak darurat yang merupakan orang-orang terdekat penumpang,” ujar Andre.
Kejadian bermula ketika karyawati berinisial T ini hendak menuju ICE BSD di kawasan dengan menaiki taksi online Grab. Bukannya menyusuri rute yang sesuai, T justru dibawa pergi menuju Tol Merak yang tidak sesuai dengan poin tujuan.
Sempat ditegur, pengemudi tersebut malah tak mengindahkannya dan terus melajukan mobil dengan kencang. Karena takut dan panik, T langsung menekan tombol darurat (emergency button) untuk melaporkan kejadian yang dialaminya.
Panik dilaporkan ke pihak Grab, driver lantas menurunkannya di pinggir tol. T yang syok kemudian menunggu dijemput temannya.
“Pihak taksi online sudah menawarkan menjemput, tapi pacar saya sudah keburu menjemput,” ujar T.
Dengan kejadian yang sempat mengancam keselamatan penumpang, perusahaan ride-hailing tersebut mengimbau agar seluruh pengguna memaksimalkan fitur keselamatan pada aplikasi Grab agar dapat berkendara dengan aman dan nyaman.
“Semoga sekaligus dapat meningkatkan awareness pengguna Grab terhadap berbagai fitur keselamatan yang ada di aplikasi,” pungkasnya.

Kompas Lowongan Kerja