Presiden Jokow Umumkan Listrik Gratis 3 Bulan

oleh -93 views

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan langkah yang diambil pemerintah untuk menangani dampak yang ditimbulkan dari corona (COVID-19). Sekian kebijakan sudah dikeluarkan, salah satunya membebaskan biaya tarif listrik alias gratis.

Jokowi mengatakan, pemerintah menetapkan pelanggan listrik di golongan 450 VA akan digratiskan tagihan bulannya. Jumlah pelanggan listrik ini diperkirakan mencapai 24 juta pelanggan.

Web Presiden

“Tentang tarif listrik, perlu saya sampaikan untuk pelanggan listrik 450 VA yang jumlahnya sekitar 24 juta pelanggan akan digratiskan,” tuturnya dalam konferensi pers melalui virtual, Selasa (30/3/2020).

Pembebasan tarif listrik untuk golongan pelanggan 450 VA itu akan berlaku untuk tagihan pada bulan April, Mei hingga Juni 2020.

Selain itu pemerintah juga memberikan relaksasi untuk pelanggan 900 VA. Golongan itu akan diberikan diskon membayar tagihan sebesar 50% dengan masa pemberlakuan yang sama.

“Sedangkan pelanggan 900 VA jumlahnya 7 juta pelanggan akan didiskon 50%. Artinya bayar separuh untuk April, Mei dan Juni 2020,” kata Jokowi.

Sebagai penegasan, pemerintah hanya memberikan keringanan biaya listrik untuk golongan 450 VA dan 900 VA tiga bulan ke depan. Untuk pengguna di luar golongan tersebut belum ada keringanan yang ditetapkan.

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana memaparkan pemerintah akan memberikan keringanan sejumlah penggunaan maksimum KWh selama tiga bulan ke belakang. Untuk golongan 450 VA, mulai April, Mei, hingga Juni akan mendapatkan listrik gratis sebesar jumlah penggunaan maksimum di tiga bulan sebelumnya dari Januari ke Maret.

“Untuk prabayar golongan 450, atau yang beli token, itu diberikan token gratis sebesar pemakaian bulanan. Kami dan PLN, sudah punya profile-nya pelanggan dan mereka ketahuan beli maksimumnya dalam 3 bulan terakhir itu berapa,” kata Rida lewat video conference kepada wartawan, Rabu (1/4/2020).

“Itu lah yang kita berikan secara gratis 3 bulan ke depan, angka maksimumnya dia beli selama 3 bulan kemarin,” sambungnya.

Sementara itu untuk pelanggan golongan 900 VA, pemerintah tetap menggunakan angka pembelian listrik maksimum selama tiga bulan sebelumnya. Nantinya, setengah jumlah listrik dari angka tersebut akan digratiskan.

“Sementara untuk prabayar atau token 900 VA, persis seperti yang 450 VA hanya saja mereka tidak gratis, mereka hanya mendapatkan daya gratis 50% dan itu berlaku tiga bulan untuk April, Mei, dan Juni,” ujar Rida.

PT PLN sendiri memberikan dua akses untuk mendapatkan voucher token listrik gratis dan diskon bagi pelanggan 450 VA dan 900 VA. Berikut ini cara lengkapnya:

Mekanisme lewat website PLN
1. Buka Alamat www.pln.co.id kemudian masuk ke menu pelanggan dan langsung menuju ke pilihan stimulus covid-19
2. Masukkan ID Pelanggan/ Nomor Meter. Kemudian Token Gratis akan ditampilkan di Layar
3. Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan

Mekanisme lewat WA ke nomor 08122-123-123.
1. Buka Aplikasi WhatsApp
2. Chat WhatsApp ke 08122-123-123 , ikuti petunjuk, salah salah satunya masukkan ID Pelanggan.
3. Token gratis akan muncul
4. Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan

Pemerintah menggelontorkan Rp 3,5 triliun untuk memberikan insentif biaya listrik bagi rakyat miskin. Kembali ke Rida, dia mengatakan sebetulnya untuk memberikan keringanan biaya listrik selama tiga bulan pihaknya cuma butuh Rp 3,2 triliun.

Angka itu didapatkan dari perhitungan penggunaan rata-rata bulanan golongan 450 VA dan 900 VA dikali jumlah pengguna. Setelah itu dikalikan tiga, karena insentif diberikan selama tiga bulan.

“Rp 3,5 triliun itu untuk 24 juta pengguna 450 VA dan 7 juta pengguna 900 VA pelanggan itu dikali tagihan rata rata-rata. Tapi kita dapatnya Rp 250 miliar per bulan untuk 450 VA yang 900 VA Rp 1,1 triliun per bulan. Kalau dikali tiga maka Rp 3,2 triliun,” kata Rida.

Meski begitu dia menilai hitungannya bisa lebih besar, pasalnya dengan ada program kerja dan belajar di rumah konsumsi listrik rumah tangga naik hingga 3%. Untuk itu pemerintah memberikan Rp 3,5 triliun untuk menyediakan ruang pada biaya keringanan listrik.

“Adapun Rp 3,5 triliun itu untuk menyediakan ruang karena ada imbauan kegiatan dirumah maka kemungkinan konsumsi rumah tangga akan sedikit meningkat. Sementara ini akan kita pantau konsumsi listrik di rumah tangga cenderung ada kenaikan 1-3%,” ungkap Rida.

.

Kompas Lowongan Kerja