Pemudik Bisa Melintas Dengan Bantuan Petugas Nakal?

oleh -87 views

Jakarta – Saat larangan mudik diterapkan pemerintah, beberapa orang malah mempromosikan angkutan ke kampung halaman melalui media sosial. Beberapa di antaranya mengaku berhasil melewati barikade penjagaan. Apakah mungkin ada oknum petugas yang ‘nakal’ membiarkan hal tersebut terjadi?

Kecurigaan tersebut diungkapkan oleh Pengamat Transportasi dari Institut Studi Transportasi Darmaningtyas. Disebutnya, banyak Operator sudah mengeluhkan banyak angkutan pribadi yang dipakai untuk AKAP (antar kota antar provinsi), kendaraan pribadi tapi fungsinya AKAP.

Web Presiden

Apalagi kemudian muncul fenomena penawaran angkutan mudik di jejaring sosial. Padahal di banyak jala akses antarkota sudah dibuat sekat untuk menghalau pemudik.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan hingga saat ini tidak pernah ditemukan oknum petugas yang nakal dan membiarkan hal tersebut terjadi.

“Petugas masih memberikan kelonggaran bagi angkutan penumpang yang tujuannya adalah untuk bekerja,” ujar Adita.

Bahkan, lanjut Adita. Agar bisa lebih menegakkan aturan larangan mudik tahun ini, pemeriksaan pada perbatasan lebih diperketat.

“Perlu diketahui banyak kawasan industri di dekat-dekat perbatasan Jabodetabek yang ditempatkan posko pengecekan. Bagi yang bisa membuktikan bahwa mereka memang untuk bekerja, akan diberikan jalan. Kami belum menemukan adanya indikasi permainan petugas,” kata Adita.

Diberitakan sebelumnya, masih banyak pemudik yang lolos hingga tiba di kampung halamannya. Bahkan, di media sosial marak orang yang menawarkan jasa mengantar pemudik di tengah larangan pulang kampung.

Pengguna Facebook secara terang-terangan menawarkan jasa mengantar pemudik di beberapa grup Facebook. “siap menerobos blokade jalan buat antar njenengan (Anda) sampai tujuan dengan aman dan nyaman,” tulis salah satu akun mempromosikan angkutannya.

Marak Penawaran Jasa Antar Pemudik di Media Sosial

Darmaningtyas mengatakan, pihak yang menawarkan jasa antar pemudik sebaiknya segera ditindak. Sebab, pemerintah sudah melarang masyarakat untuk mudik agar tidak menyebarkan virus Corona.

“Memang keluhan itu muncul di mana-mana. Operator sudah mengeluhkan banyak angkutan pribadi yang dipakai untuk AKAP (antar kota antar provinsi), kendaraan pribadi tapi fungsinya AKAP. Kalau travel kan pelat kuning, tapi ini pelat hitam tapi fungsinya AKAP karena (mengantar) sampai Cirebon, Tegal, bahkan sampai ada yang sampai Yogya. Ini saya kira memang harus ditindak,” kata Tyas, Selasa (28/4/2020).

Marak Penawaran Jasa Antar Pemudik di Media Sosial

Menurutnya, pihak berwenang jika ingin bekerja keras harus melacak pemilik akun yang menawarkan jasa antar pemudik itu. “Langsung ditangkap saja,” ujarnya.

.

Kompas Lowongan Kerja