Pemuda di Bogor Marah Ditegur Polisi

oleh -106 views

Bogor – Video yang menunjukkan seorang pria marah-marah hingga melakukan pemukulan viral di media sosial. Keributan ini terjadi lantaran pemuda tersebut tak terima ditegur karena tak menggunakan masker dengan benar saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Bogor, Jawa Barat.

Dalam video yang beredar, peristiwa terjadi di dua lokasi yang berbeda. Pada video pertama, tampak pria berbaju abu-abu yang mengendarai motor tak memakai masker dengan benar dan helm diberhentikan polisi dan 1 orang warga di pinggir jalan raya.

Web Presiden

Pemuda tersebut pun tampak marah-marah saat ditegur. Keributan itu kemudian memancing warga dan petugas lain untuk meminta pemuda itu mematuhi peraturan. Namun, pemuda itu seolah enggan membenarkan maskernya.

Bahkan secara tiba-tiba, pemuda itu malah mengamuk dan hendak memukul petugas. Salah seorang warga pun langsung menghalau pemuda itu.

“Eh eh kamu ngelawan petugas,” kata pria berbaju putih sambil mendorong dan hendak terlibat baku hantam dengan pemuda itu. Petugas dan warga kemudian melerai keduanya.

Sementara pada video kedua, pemuda yang ditegur karena masker ini tampak berbicara dan mengajak pria berbaju putih, yang ternyata Ketua Karang Taruna Desa Sukamanah, berjalan bersama di sebuah jalan kecil. Namun, tiba-tiba, pelaku langsung memukulnya.

Kapolsek Jonggol AKP Agus Hidayat mengatakan kejadian itu terjadi pada Sabtu (9/5) kemarin. Peristiwa pertama terjadi di Jalan Raya Jonggol di titik check point pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Cibarusah-Jonggol.

“Jadi betul ada kejadian pemukulan antara pemuda dengan ketua karang taruna. Yang kebetulan karang taruna itu relawan yang membantu di check point perbatasan Jonggol dengan Cibarusa itu,” kata Agus saat dihubungi, Minggu (10/5/2020).

Agus menjelaskan kejadian ini berawal ketika polisi bersama Ketua Karang Taruna Desa Sukamanah, Jonggol, Andri Irman menegur seorang pemuda, MI, agar memakai masker dengan benar saat dilakukan penjagaan di check point PSBB. Namun, MI marah karena tidak diterima ditegur petugas yang berjaga.

“Karena itu tadi, dia (MI) kan sempat disuruh pakai maskernya disuruh yang betul. Tapi dia mau buru-buru. ‘Pak saya mau buru-buru nih’. Sama anggota ‘pakai dulu maskernya yang bagus’. Terus dia nggak terima. Anggota sih sudah humanis ya,” kata Agus, ketika dihubungi, Minggu (10/5).

“Maskernya (MI) ada dia cuma ditaruh di leher. Maskernya ditegur supaya dipakai dengan benar. Tapi dia marah,” lanjutnya.

MI yang tak terima pun hendak memukul petugas. Namun, Andri menghalaunya. Keributan pun terjadi hingga keduanya hendak terlibat baku hantam.

Agus mengatakan kala itu, petugas sudah meminta MI untuk pergi. Namun, tak berapa lama, MI kembali mendatangi Andri dan memukul Andri hingga terluka.

“Mungkin karena memang ada motif tersendiri saya juga tidak tau, karena lagi didalami, ya. Mungkin tidak diterima (ditegur) dengan ketua karang tarunanya (Andri), dia (MI) turun, langsung dibawa ke belakang. Ketua karang tarunanya dipukul, gitu,” ujar Agus.

Agus mengatakan MI saat ini telah diamankan di Polsek Jonggol untuk dimintai keterangan. Polisi, lanjut Agus, masih melakukan pendalaman untuk mengetahui motif MI memukul Andri.

“Iya dalam proses pemeriksaan. Kita lagi dalami motifnya apa hingga bisa lakukan pemukulan ke ketua karang taruna. Apakah berkaitan dengan perebutan apa atau apa, kita lagi cari,” tuturnya.

.

Kompas Lowongan Kerja