Inggris Akan Produksi Vaksin Covid-19

oleh -45 views

Inggris – Pada akhir April, pemerintah Inggris berjanji warganya akan mendapatkan vaksin yang diproduksi di dalam negeri sesegera mungkin. Belum lama ini, Menteri Urusan Usaha, Alok Sharma mengumumkan kesepakatan lisensi global antara Universitas Oxford dan perusahaan farmasi raksasa, AstraZeneca, yang merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk menyediakan vaksin Covid-19 setidaknya bagi setengah dari populasi Inggris dengan anggaran 130 juta poundsterling atau sekitar Rp 2,3 triliun.

“Para ilmuwan kami berada di garis depan pengembangan vaksin. Kesepakatan dengan (perusahaan obat-obatan Inggris-Swedia) AstraZeneca berarti bahwa jika vaksin Universitas Oxford berhasil, orang-orang di Inggris akan mendapatkan akses pertama ke sana, membantu melindungi ribuan nyawa,” jelas Sharma kepada wartawan, Minggu, dilansir dari Sputnik News, Selasa (19/5).

Web Presiden

Dia mengatakan, perjanjian tersebut menetapkan pemberian total 100 juta dosis vaksin, dan “memastikan bahwa selain mendukung warga kita sendiri, kita dapat menyediakan vaksin untuk negara-negara berkembang dengan biaya serendah mungkin”.

“Inggris terus mengarahkan respons global untuk menemukan vaksin, dan pemerintah mendukung para ilmuwan kami untuk melakukan ini secepat mungkin,” jelas Sharma.

Pada saat yang sama, Sharma juga mengingatkan bahwa tak ada jaminan vaksin akan ampuh, seraya menambahkan Inggris akan mencari alternatif pengobatan lainnya bagi orang yang terinfeksi virus corona baru.

Mengutip koran The Sun, Professor Sarah Gilbert, yang timnya tengah bekerja meneliti vaksin di Universitas Oxford mengatakan vaksin bisa siap dalam beberapa bulan ke depan. AstraZeneca disebut akan membuat 30 juta dosis vaksin virus corona sampai September jika berhasil.

Pesimisme PM Boris Johnson

boris johnson

Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, tak begitu yakin vaksin bisa tersedia secara massal dalam waktu dekat. Menurutnya vaksin bisa tersedia lebih dari setahun.

“Memang, dalam skenario terburuk, kita mungkin tidak akan pernah menemukan vaksin,” ujarnya.

Karena itulah PM Johnson mengajak warganya agar bersiap menghadapi skenario terburuk tersebut sembari tetap berusaha agar hal tersebut tak terjadi.

Sebelumnya, pemerintah Inggris tetap bungkam apakah mereka dapat menjamin warga Inggris akan menjadi yang pertama mendapatkan manfaat dari vaksin buatan dalam negeri.

“Apa yang kami lakukan adalah bekerja pada pengembangan vaksin dan memastikan bahwa kami dapat memproduksinya dengan sangat cepat di Inggris sehingga setiap orang di Inggris yang membutuhkan vaksin bisa mendapatkannya sesegera mungkin,” kata juru bicara pemerintah kepada wartawan pada akhir April.

Pernyataan tersebut menyusul langkah pemerintah untuk membentuk satuan tugas khusus “untuk mempercepat” pengembangan vaksin, yang datang di tengah keputusan London untuk menyediakan anggaran 14 juta poundsterling atau sekitar Rp 253 miliar untuk investasi 21 proyek penelitian baru untuk memerangi penyebaran virus corona.

.

Kompas Lowongan Kerja